Rabu, 01 Januari 2014 0 komentar

Ilmu Hukum C 2010 UIN SKY


Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Ahh bicara apa kau ini? Ahh Sudahlah… Coba kau pikirkan Ilmu Hukum Kelas C yang dulu kompak kini sudah renggang persis rel kereta, punya jalan masing-masing, tak ada hak untuk kau tali temali, mereka bebas datang dan pergi.
Kau pikir kau akan terus bahagia dengan kawan-kawanmu, menggila bersama, menghabiskan malam dengan obrolan omong kosong, menertawai kebodohan diri sendiri, tidak, itu tidak akan berlangsung lama, mereka para sahabatmu akan pergi, meninggalkan kenangan-kenangan itu, rindu itu pasti, tidakkah kau melihat bahwa perpisahanmu dengan mereka akan menunjukkan betapa berharganya waktu saat kau bersama mereka. Bahkan saat sekedar melihat tawanya. Disini saya bukan membahas tentang perpisahan, justru saya ingin mengumpulkan tulang belulang yang hampir terpisah karena waktu dan usia yang semakin menua, tuntutan wisuda dari dunia perkuliahan strata satu sudah di depan mata, mereka yang sudah menikah akan kembali pada suami-istri masing-masing, yang berpacaran akan senang karena sudah ada pendamping wisuda kelak, buat yang jomblo akan terus diuji kesabarannya, kelak kalian akan merasakan indah pada waktunya.
Baiklah izinkan saya membahas kalian satu per satu, semoga catatan ini kelak akan menjadi obat penawar rindu saat kita berpisah nanti..
Ilmu Hukum Kelas C 2010 Mereka lah yang akan merubah dunia hukum khususnya di Indonesia mereka lah yang akan menjadi pakar konstitusi, pengacara, Jaksa Penuntut Umum, Dan para Hakim yang adil. Aamiin ya Rabbal “alamiin….






Namanya Abdul Aziz, dia berasal dari Jogja, karena keluarganya masih keturunan Gus, para Kiai, kini ia tak lagi kuliah di UIN, dia sudah berda di luar Negeri entah di Sudan atau Mesir, yang pasti dia tak selemot dulu saat pertama kali bertemu di semester satu.



Namanya Fuad Hasyim (Aciel), Dia berasal dari Magelang, masih tetangga dengan Jogja. Lebih dikenal dengan panggilan Aciel, entah dari mana asal muasal panggilan itu. Orangnya lucu, asyik dalam bergaul, namun kini ia jarang terlihat di kampus, mungkin karena aku dan dia berbeda ambil konsentrasi. Aku ambil HTN sementara Acil mengambil Hukum Perdata. Dari sejak awal bertemu dia emang berjiwa enterpreneur, saat ini dia sudah mempunyai usaha fotocopyan di desanya. Omsetnya sudah jutaan. Semoga sukses dan sehat selalu kawan.

Yang satu ini bernama Mujahidin, ya mungkin orang tuanya ingin ia lahir menjadi seorang mujahid yang memperjuangkan agamanya. Semoga saja. Ia berasal dari  Batang-Jateng. Ia biasa dipanggil dengan sebutan Adin, banyak yang bilang ia mirip gitaris Band Wali, Apoy. Tak sedikit memanggilnya dengan sebutan Apoy. Namun tingkahnya yang sering kumpul dengan cowok, timbul kecurigaanku bahwa dia LECONG, tapi setelah ditelusuri ternyata dia punya pujaan hati. Cewek tulen pastinya :D. Kini ia bekerja part-time di Ambarukmo Plaza, meskipun hanya itu, saya acungi  jempol, minimal dia tak lagi menyusahkan orang tua. Bisa jajan dengan penghasilan sendiri “it’s very good”. Dia pun konsentrasi ambil Hukum Perdata sama dengan sebelumnya…..
Dia perokok berat, semua jenis rokok sudah dihisapnya. Dia aseli jogja,  fans klub sepakbola Chelsea ini, rival bagi penulis yan g suka dengan Red Devils, namun kita tetap akur. Oya namanya Afnan Asnawi, dia sudah bekerja ikut kakaknya jadi tailor, meskipun hanya sebagai tailor, omset pemasukannya cukuplah untuk merokok dan kasih makan ceweknya, hahaha. Tidak hanya klub sepakbola kami bersaing, perutnya pun kini mulai menyaingi perutku.. lumayan buncit juga ini anak. Haha.. ia tergabung dengan geng yang diketuai oleh Mbah Fatah. Ia sosok pemalu dalam kelas. Apalagi kalau saat presentasi, diamnya mengalahkan khusuknya saat sholat mungkin. Haha Just Kidding. Dia baik sekali kok, ia maksudnya baiknya Cuma sekali Wkwkwkwk…
Cowok yang satu ini berasal dari Purwakarta dan paling gak bisa ngomong huruf  F, namanya Agung Jamaludin. Ia anak satu-satunya dalam  keluarganya. Jelas menjadi anak kesayangan bagi kedua orangtuanya. Banyak yang memanggilnya dengan sebutan “AA” mungkin keinget penjual warung burjo. Meskipun ganteng, ia lebih suka deket dengan laki-laki sama dengan si Adin. *ehh tapi dia punya mantan cewek. Berarti sebenernya dia normal. Cuma jarang kelihatan jalan bareng dengan cewek, seringnya kalo ga bareng Kaukaba, dia pasti bareng Misyanto Hahahah. “Hadzihi iIlal Mizaah” artinya ini Cuma bercanda. Hehe. Dulu ia sempet bekerja di B’jong Café namun karena dilarang mamih-nya jadi ia berhenti dan fokus kuliah ambil konsentrasi Hukum Pidana, Skripsinya tentang Jemaat Ahmadiyah. Mungkin calon istrinya salah satu dari golongan tersebut, hehe…
Dialah salah satu mahasiswa dari pulau Sumatera, Lampung tempat tinggalnya. Namanya cukup Hairullah yang dalam bhs Arab artinya(Sebaik-baiknya Allah) eh itu Khoirullah, hehe. Anak ini alaynya minta ampun. Kalo sudah bertemu dengan namanya kamera pasti deh jarinya diangakat, terus melet2, persis fotonya saat ini. Meskipun namanya bagus, dia justru lebih suka dipanggil Aiik. Usut punya usut ternyat dia cedal, tak lancar mengucap huruf R. Jadilah dia tumbal ejekan bagi penulis kalo bertemu dia. Maaf ya sering ngeledekin kamu panggil namaku UMAR gak boleh UMAL hehe. Just guyon :D. meskipun begitu dia merupakan anggota pondok pesantren Krapyak. Namun sayang kalo ditanya soal ilmu agama, dia banyak manggut2. Entah karena dia paham, atau emang bingung menjawab apa. Dia lebih sering nginep di kost temen-temennya, daripada tidur dan ikut kegiatan di pondok. Namun kini ia mendakwakan diri untuk menjadi santri Krapyak yang TIDAK hanya numpang tidur dan mandi .
Ini dia artis boyband Ilmu Hukum C, Cowok ini lebih mirip bintang korea, meskipun demikian, dia disegani karena ia seorang pakar konstitusi, dan yang paling ditakuti karena dia adalah ketua BEM J-IH tahun 2013 ini. Prestasinya yang gemilang membuat namanya terukir di spanduk2 universitas. Namanya Alfan Alfian, aseli Purworejo. Orangnya aneh, hobinya sewa PS terus nge-game semalaman suntuk, paginya tepar, kuliahnya bablas. Tapi meskipun begitu dia paling cerewet kalo jadi pembicara ataupun moderator. Apa jangan2 muluutnya dua. Hehe. Yang  kutahu darinya adalah ceweknya sekarang adalah mantan dari teman dekatnya di Desa, yang kebetulan juga berteman dengan penulis. :D

Selanjutnya yang ini adalah Alfia Ayyu Rocketza, biasa dipanggil dengan sebutan Fia. Parasnya yang cantik membuatnya banyak disukai mahasiswa. Awal bertemu dengan dia, badannya gemuk, tapi kini sudah semampai. Katanya sih ikutan aerobic, makin lama Fia jarang terlihat di kampus, kata anak-anak yang lain dia bekerja di Ambarukmo Plaza, tapi entah bagian apa.. Dulu Fia tergabung dengan Geng yang dipimpin oleh Donna. Kemana-mana selalu bertiga. Bahkan Penulis menyebut mereka dengan sebutan Trio Macan. Semoga kamu sukses dan sehat selalu Fia… Aamiin

Gadis ini bernama Nina Ardaning Lia. Kota asalnya adalah penghasil Tahu Taqwa. Wajahnya manis semanis permen Nano-Nano. Dia mudah menangis, dan baik hati. Kalo pulsa lagi sekarat dialah penolongku. Tapi kini dia tidak jual pulsa lagi, mungkin bangkrut karena dihutangi aku terus. Pertama kali jumpa aku, dia takut karena melihat Hulk di depannya. Bahkan kalau didekati, dia langsung menangis. Tapi kini Penulis menjadi kakak angkat sekaligus Babeh buatnya. Sakit saat harus tersadar bahwa sebentar lagi orang yang kita sayangi harus jauh.. Rasanya baru kemarin kalian ada bersamaku tapi kini aku harus tersadar bahwa nanti aku akan sulit bertemu denganmu. Semoga kamu sukses dan sehat selalu Dek. Dia konsentrasi bareng dengan aku, ya benar Hukum Tata Negara.

Mahasiwa asal Banjarnegara satu ini kalo udah berbicara selalu bikin ketawa, Namanya Ardhi KusumaWati, ehh gak pake Wati ding cukup Ardhi Kusuma. Dialah playboy kelas kakap di kelas ini. Mantannya banyak, mayoritas udah dia pake semua. Ehh maksudnya udah dia ajak jalan bareng mulai dari breakfast, lunch atau bakhan dinner. Banyak yang bilang dia mirip sama Safee Salee pemain timnas sepakbola Malaysia. Namun yang  paling koplak adalah, dia orang nomor satu yang tahu tentang info beasiswa. Bukan karena dia rajin ke kampus, tapi emang dia pemburu beasiswa, apalagi beasiswa dari KEMENAG, dia nomor wahid orang yang ngumpulin berkas diserahkan ke TU Fakultas, dia paling suka kucing, meskipun begitu dia adalah orang yang ngerti tentang hak cipta. Wajar lah dia ambil konsentrasi hukum Perdata. Tapi penulis kurang yakin, soalnya anak satu ini kalo ada tugas dan dadakan pasti dia langsung copas dari Syeikh Google.. hahaha Mahasiswa yang gagal kurus, itulah dia.

Gadis ini Jolen (Jogja Tulen), dia bernama Aryuni Indriastuti biasa dipanggil Aryuni, rumahnya terletak di Jln Kaliurang KM.7 pokoknya sekitar Pasar Colombo dah. Dia jarang gabung dengan komplotan kami. Mungkin karena sudah punya Geng sendiri, bareng Olive dan Eni. Aryuni itu orangnya lucu, asik tapi cengeng, gampang banget dia nangis. Entah emang cengeng mungkin, wajahnya yang berkacamata membuat temenku beda jurusan pun kepincut dengannya, sama sama berkacamata. Semoga jodoh kalian berdua, Aamiin.. Jangan cengeng yaa bentar lagi kan sudah wisuda :D dulu penulis pernah nulis tentang dirinya ehh tiba2 mantannya mutung, marah-marah gak jelas, lucu deh pokoknyaJ
Gadis ini bernama Atika Wirastami, dia berasal dari Kendari pokoknya masuk bagian Sulawesi. Ini anak paling lucu, udah gampang nangis, sering di PHP.in tapi tetap anak ini keren pokoknya, meskipun sering di PHP dia gak pernah bales utk PHPin orang. Uniiknya ini anak belum pernah sekalipun namanya pacaran, sekalinya deket dengan cowok eh malah dikecewain. Piye perasaanmu lek koyo ngono? Pasti loro tenan tow? Sabaar ya Tika semua indah pada waktunya. Atika paling seneng dengan yang namanya Luffy manusia karet dalam film One Piece. Bajak laut yang bijak itulah Luffy. Makanya nama FBnya {Tika D’Luffy} nge-fans banget ama Luffy One Piece,
Mahasiswi satu ini, aku kagum bukan main. Awalnya waktu melihat dia, aku yakin ini anak Djekardah (Jakarta), tapi ternyata di aseli Jogja. Kini dia sudah ada di Jepang, berkat kegigihannya dalam bekerja, ia memilih cuti kuliah dan bekerja demi keluarga dan dirinya. Salut deh, oh iya lupa. Namanya Donna Rahmawati. Dari dulu ia bareng dgn Nea dan Fia, makanya dulu sempet ada pertengkaran gegara Simbah mengupload foto Trio Macan sebutan utk mereka. Tapi Alhamdulillah semua clear dan kini kami berteman kembali seperti sedia kala. Sukses dan Sehat Selalu buat kamu Donna. We Miss You J



Namanya Eni Hartati, dia aseli Klaten (katanya sih) tapi saya kurang yakin sebenernya hehe.. Banyak hal yang saya tak tahu tentangnya, Cuma yang saya tahu dia orangnya rajin, aktifis juga lho biasanya kalo ngumpul bareng Olive dan Yuni, mereka selalu bertiga, Panggilan buat mereka Trio Pendiam. Yah benar semuanya pendiem. Satu hal terkahir tentangnya. Dia sudah punya pacar dari kampus sebelah, kata orang-orang sih, pokoknya Eni orangnyaPendiem, tapi gak tahu kalo di luar kampus hehe.

Namanya Farid Agus Prasetya, tapi panggilan untuknya macam2. Ada yg panggil Farid ada juga yang panggil Gus (mungkin karena dia anak seorang Habib Guru Besar) namun ada juga yang memanggilnya Con_Dro (Contonge Dronjong) artinya kalo ngomong ga pake rem alias nyerocos mulu. Hahaha. Satu hal yang paling unik darinya, Kalo udah ngomong ngalor-ngidul kadang gak jelas, tapi di Desanya dia dipanggil Gus Farid mungkin karena ilmunya yang tinggi, dia alumni Pondok Pesantren di Pati. Tapi kalo koleksi film blue dia juga collector, kata temen2 juga sih. Haha, Just Kidding lho, jangan marah…
Namanya Fattach Yasin, dia aseli Magelang. Banyak yang memanggilnya simbah mungkin karena usianya yang sudah melewati seperempat abad,. Kalo ditanya bab keilmuan, orang ini selalu tawadhu, mungkin nasehat ustadnya di Pondoknya Lirboyo dulu.. Orangnya asik, usut punya usut sebentar lagi dia menikah, sedang ngebut nyusun skripsi. Ohh ya satu hal yang paling saya ingat adalah dia seorang  yang ahli dalam jual beli online mulai dari Toko Bagus, Berniaga atau yang paling dia suka adalah akun Kaskusnya, Pokoknya raja jual beli online dah, denger2 calon istrinya juga pengusaha di Kalimantan. Tapi belum tentu benar, karena belum dengar langsung sih dari orangnya  :D
Namanya Fatimah, ya cuma itu gak pake embel2 Siti atau Az_zahra. Dia berasal dari West Progo, Biasa dipanggil Imah atau Imeh, anaknya cantik, unyu2 sayang kini dia sudah pindah ke fakultas sebelah. Ya benar Soshum, ambil psikologi atau apa gitu… Mungkin dia salah jurusan ambil Ilmu Hukum, satu hal yang selalu kuingat dia juga cewek favorit di kls IH C, tapi anehnya pacaran ama anak KUI, tapi sudah putus, dia sudah punya yang baru, sudah sarjana pula cowoknya, Keren deh koe Fatimah.. Semoga gak pernah lupa dengan kenangan bersama kita Ilmu Hukum Kelas C Angkatan 2010, kalo diajak kumpul atau reunion ikutan aja. Gak usah malu-malu tapi jangan malu-maluin ya hahaha, Just kidding :D Keep Smile..
Namanya Gilang kresnanda Annas, panjang banget namanya, tapi “anu”nya panjang gak yaa.. Ahh sudahalah kenapa bahas “ANU”. Dia aseli Mbantul Yogyakarta, biasa dipanggil Gilang atau cukup dgn GIL asal jangan ditambah BU aja bisa jadi BUGIL ehhh. Mahasiswa ini konsentrasi ambil jurusan Hukum Pidana, skripsinya bahas tentang apa yaaa.. pokoknya Diversi atau Restorative Justice gitu, kamu paham gak?? Jujur sih kalo aku gak paham, secara aku ambil Hukum Tata Negara jd kalo ketemu anak Pidana bawaanya minder, mereka pasti keluarin kitab sakral mereka bernama KUHP (Kasih Uang Habis Perkara) ehhh bukan gitu itu versi slengekan nya, Aselimya Kitab Undang2 Hukum Pidana. Aku minta maaf ya ini Cuma cerita biasa, jangan diambil hati apalagi bikin sakit hati, just Guyon and Banyolan… Keep Smile GIL eh Bu-Gil katanya aseli ngapak yaa.Hehe Keep Calm and Speak Ngapak…. J
Namanya Gustin Mahinda Ari Sandy, aseli Jogja, saya kira dia lelaki saat pertama kali mendengar namanya yang SUPER PANJANG. Ternyata dia seorang cewek, paras wajahnya cantik, tinggi badan juga ideal, pantas saja kalo dia seorang Model, Prestasinya menjulang tinggi serupa dengan tinggi badannya yang semakin tinggi, tapi masih tinggi Penulis, jadi aku sih Woles, buat yang pendek, aku gak nyindir lho.. Ini anak gak pernah bisa lepas dari SmartPhone-nya wajar lah secara dia Model, tapi anaknya asik kok, gak sombong, gaya hidupnya emang hedonis, tapi dia sosialis kok orangnya gak apatis, dia konsentrasi ambil Hukum Tata Negara, sebenarnya mau masuk pidana, tapi ada orang yang ingin dihindarinya, mungkin si kepala Lampion Monjali atau cowok yang diam2 dia suka, yang sulit dilupakannya






Namanya Moh. Hudie, Panggilannya Hudi, mahasiswa ini pokoknya keren abiiss pokoknya, asalnya Gresik, inget Kota yang dikenal dengan Semennya, benar Semen Gresik. Anak yang satu ini supeer dupeerr rajin berjama’ah tiap sholat 5 waktu, wajar saja dia seorang takmir masjid, namun itu dulu kini dia sudah mengontrak  rumah sekitar Warung Boto, dulu di dikenal sebagai mahsiswa yang aktif, aktif sholawatan di kelas, nyanyi gak jelas di lorong kelas sambil nunggu dosen, namun kini dia jarang bergabung lagi dengan kami, mungkin karena sudah dapet gadis impor, jadi jarang kumpul2 lagi bareng IH C, tapi sudahlah.. semoga kamu sehat dan sukses selalu Cak..
Namanya Imam Kholid, panggilannya Imam, mahasiswa aseli kebumen ini tak pernah bisa lepas dari ngomong ngapak, Contone Kepriwe kabare Rika kencot? Pokoknya lucu deh kalo udah ngobrol bareng dia, meskipun panggilannya Imam dia gak pernah mau kalo disuruh jadi Imam dalam sholat, pokoknya susah kalo diminta, ia juga mengambil konsentrasi Pidana. Usut punya usut ternyata dia Syekher Mania (pecinta Habib Syaikh) kalian tahu kan habib syekh? Semua sholawat Habib Syaikh dia pasti punya, ceweknya anak pondok WH, Pokoknya kalo ketemu dia jangan lupa Keep Speak NGapak.. Ora Ngapak Ora kepenak.. Aje kaye kuwe… Haaha Just Guyon kui…
Namanya , Anak aseli Medan ini jarang kelihatan di kampus, usut punya usut dia cuti setahun, kalau kuliah anak ini paling telat datangnya, ada saja alasannya, jurus andalannya adalah ketiduran, tapi yang gak aneh adalah wajar diterima alasannya oleh dosen, karena di kelas pasti dia tidur, mungkin kalo malam dia gak pernah tidur, hidupnya dah mirip kelelawar. Anak ini paling susah dicari, kalo mau cari dia, percuma, saudaranya aja kalo ditanya tentangnya jarang tau, pokoknya ini anak menghilang bagai ditelan bumi. Marganya Simangunsong sama dengan Dosen Penasehat Akademik penulis.




Namanya Ita Fi’la Rusyida, aselinya Buffalo Men (Keboe Men) Ngapak punya, tapi  jarang kutemui dia berbicara ngapak, mungkin malu kalo sampai terdengar  kawan-kawan lainnya, padahal kalo menurut penulis pede aja lagi, Ora Ngapak Ora Kepenak, seharusnya dia lebih tahu itu, dia konsentrasi ambil HTN, sama dengan penulis. Satu hal yang paling berkesan adalah anak ini dapet mengambil hati pria Mbantul bernama Gilang tadi yang panjang “anu”nya tadi ehh panjang namanya maksudku. Kini Ita sedih karena kota domisilinya terkena Banjir.. Semoga tetap diberi ketabahan, kesehatan dan kesuksesan buatmu Nduk… Oya Gilang jangan marah si Ita aku panggil Nduk ya Hahaha…
Namanya Umi Mailatul Khasanah. Biasa dipanggil Maila.cAseli Palembang Sumut, meskipun aseli Sumatera, Bahasa Jawa sudah mendarah daging di lidahnya, mulai dari bahasa Kromo Inggil sampe Kromo yang lainnnya, Saluut deh pokoknya, usut punya usut anak ini jadi ustadzah di pesantren WH, dari maba dia tinggal di WH atau bahkan sejak SMA mungkin, wajar saja bahasa Jawanya alus lus lus lus. Pasca seminar proposalnya, aku jarang ketemu dia, entah kemana. Satu hal yang perlu diingat darinya adalah dia seorang hafidzah (pengahafal Al-qur’an) jadi kalo penulis lupa tentang suatu ayat al-qur’an pasti tanyanya ke anak ini, Semoga sehat dan sukses selalu, dan hafalannya selalu terjaga bersama anak dan keluargamu kelak. Semoga juga aku bisa tertular dapat menghafal alqur’an. Aamiin.
Namanya Miftachul Janah, Aseli Madiun Jatim, tapi kini ia tinggal bersama keluarganya di Magelang, gadis ini lulusan Pon-Pes Pandanaran. Anak ini dulunya gendut, tapi sekarang sudah menyusut, anak ini sulit sekali kalo disuruh maem, pokoknya maem pun harus diingetin, aku menganggapnya sebagai anak angkatku, tiap punya masalah aku curhat ke dia, pun juga sebaliknya. Tanya tentang tugas dan titip absen juga ke dia, pokoknya anak ini baik deh, tapi satu hal yang harus diinget darinya, dia paling gak bisa lihat urusan organisasi terbengkalai, bisa-bisa habis kalian kena semprot darinya, tapi itu bagus buat organisasi, kini dia tinggal di pondok Minhajul Muslim, samping gor Futsal  kampus UIN. Pokoknya ortunya ingin dia tetap jadi santri meskipun sudah kuliah. Semoga kamu bisa banggakan ortumu, sehat dan sukses selalu Nduk. Saling mendoakan dan mengingatkan yaa…
Anak yang satu ini pinter sekali main gitar, meskipun dia seorang cewek. Namanya Nadya Trisna, dulu penulis dekat dengan dia, menganggapnya sebagai seorang anak, namun kini dia sudah menjauh, padahal kost pun selalu berdekatan, dulu waktu masih di belakang MP, penulis ngekost depan Kopma, ehh sekarang malah dekat dengan Masjid bernama At-Tauhid. Pokoknya tetanggaan mulu. Dia konsentrasi ambil hukum pidana, kini sudah tak jomblo lagi, pacarnya seorang vokalis band Joquid, anak ini berasal dari Wonosobo, tapi kelihatannya kok malah kayak mojang Bandung euy J Sukses dan sehat selalu Nduk….
Namanya Nora Hilma Sari, cewek dari Padang Sumbar ini, kini berdomisili Riau, anak ini paling gak bisa melafalkan huruf E dengan sempurna, harus banyak latihan dengan orang Sunda seharusnya. Hehe. Anak ini kalo udah ngomong ga bisa distop. Kalo presentasi sekelompok bareng dia, cukup duduk manis mendengarkan penjelasannya, gak usah banyak omong, semua pertanyaan pasti dijawab olehnya. Hahaha. Anak ini konsentrasi HTN juga, tapi yang keren adalah skripsinya tentang keistimewaan Jogjakarta, padahal dia perantau. Semoga sukses dan sehat selalu kawan.
Novi Dian Sari, panggilannya Paijem, entah kenapa bisa dipanggil seperti itu, Ia bertempat tinggal di Piyungan Bantul. Mahasiswi yang sering telat masuk kelas ini selalu membuat kelas tertawa heboh kalo melihat kedatangannya, entah karena dandanannya yang aneh atau pakaiannya yang match dengan suasana, pokoknya ada aja tingkah lakunya yang membuat seisi kelas tertawa dibuatnya, dia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan munaqosyah, katanya setelah wisuda dia langsung menikah. Semoga menjadi keluarga SAMARA yaa kawan. Sehat dan Sukses selalu. Aamiin..




Mahasiswi satu ini bernama Nur Fitriani, Namun dia kadang dipanggil Riri atau juga Peter, entah dari nama2 tersebut. Dia berasal dari Jogja, rumahnya di Lempuyangan, yang pasti bukan di rel kereta lho. Tahun lalu dia cuti kuliah, alasannya sih gak ada biaya, tapi dia kini bekerja di Dagadu Jogja, ia pun sering terlihat di kampus lagi, tapi lebih sering berjalan dengan adik kelas, mungkin dia seorang Tante Berondong yang sukanya daun muda, ehhh ga tau ding… pokoknya kini jarang ngumpul bareng lagi..
Namanya Nur Cholifatun Niswah, biasa dipanggil Olif, mahasiswi asal Rembang ini sosoknya pendiam, sulit ditebak, suatu ketika anak ini bikin heboh, karena ia ngebolang sendirian malam2, kostnya sudah terkunci, alhasil ngebolang di warnet, cari tempat temen yang kostnya belum terkunci, syukurnya masih ada. Jangan diulangi lagi ya Olif, kalo kencan bareng Popeye ngomong2 ke temen-temen, biar gak kekunci gerbang kost sendiri :D kalo ada masalah jangan sungkan untuk ngomong sama Om Brutus (aku) haha…
Namanya Prinea Romantika, salah satu personil Trio Macan ini berasal dari Madura, tapi keluarga kini berdomisili di Jakarta. biasa dipanggil Nea, dulu badannya gemuk, namun kini sudah tak lagi, ia diet ketat, mengikuti aerobic, sampe menyusut puluhan kilo. Pangling pertama kali lihat dia. Satu hal yang paling penulis ingat adalah saat semester 2 saking gemesnya ama dia, aku cubit tangannya sampe membekas, dia pun menjerit dan akhirnya menangis, gilaa kalo dosen tahu habis sudah gue,,, tapi syukurlah dia berhenti menangis karena aku mengais-ngais meminta maaf kepadanya. Namun kini sudah jarang aku melihatnya, mungkin kini ia sibuk menjadi pegawai di salah satu  Event Organizer ternama di Jogja. Semoga Sukses dan Sehat Selalu untukmu Nea…

Namanya Proborini Hastuti, asalnya Klaten. Tiap harinya dia ngelaju kadang pake Trans Jogja, atau sekarang pake Sepeda motor. Awalnya anak ini pendiam, lama kelamaan asyik juga bisa kenal dengan dia, secara dia dikenal oleh Mantan Ketua MK berinisial AM yang terkena kasus korupsi kemarin, paras wajahnya yang cantik dan pipinya yang chubby mirip artis juara X Factor Indonesia berinisial FSL banyak disukai para mahasiswa,  tidak hanya wajah, ia pun tak pernah miskin akan prestasi, bahkan dikenal sebagai pakar konstitusi, mahasiswi kebanggaan tiap dosen ini selalu rendah hati, tak pernah sombong, dan satu yang ditunggu darinya adalah kapan main lagi ke tempatmu, kangen masakan ibukmu Nduk J hehehe.
Namanya Rani Nurroufah Pratiwi, Ibu pemilik satu anak ini, akrab disapa Mbak Rani, mungkin karena dia sudah berkeluarga, atau emang usianya yang sudah melewati seperempat abad. Hehehe. Meskipun begitu orangnya asyik, bahkan ada yang mengira dia masih sendiri dan belum berkeluarga, hehehe, Dengar-dengar anaknya yang pertama adalah laki-laki bernama Dimas, tinggal bersama Kakek neneknya di rumah tempat tinggalnya, di Kebumen City,ternyata Ngapak lagi, banyak juga mahasiswa-mahasiswi kelas Ilmu Hukum C yang ngapak. Orangnya syik deh, kalo curhat masalah percintaan curhatlah pada yang berpengalaman. Hehehe. Sukses dan sehat selalu Mbak Rani.. Titip salam buat suami dan anaknya :D
Namanya M. Reza Bakhtiar, anak ini paling sulit ditemui, dari awal masuk kuliah pun jarang bertemu dengannya, paling hanya beberapa kali, dia aseli West Progo, semoga tidak salah. Hehehe. Saat semester tiga ia pindah ke kampus timur, fakultas Dakwah, entah ambil jurusan apa, tak pernah tahu lagi kabarnya, semoga masih ingat dengan kita semua. Ilmu Hukum Kelas C 2010.
Mahasiswa satu ini bernama M. Riza Zakaria, biasa dipanggil Joko, asalnya kalo tak salah dari Magetan atau Madiun pokoknya asal Jawa Timur. Hal yang paling diingat dari anak ini adalah kalo kuliah pasti dandannya simple, jaket hoodie atau cukup berkemeja, dengan sandal jepit. Anak ini selalu berurusan dengan dosen, karena jarang kuliah, kalo ujian selalu bermasalah dengan yang namanya bagian presensi, tapi salaut dah buat dirinya, karena ia tetap enjoy menikmati hidup. Sukses selalu dab…

Mahasiswa satu ini bernama Rizky Surya Ardiyanto, aselinya Jogja-Kaliurang. Kini ia tak pernah sekalipun terlihat di kampus, usut punya usut dia sudah menikah dikaruniai anak satu. Semoga menjadi keluarga SAMARA, anak ini biasa dipanggil Kardjo entah apa alasannya, yang pasti dia dulu anggota Majelis Rasulullah, band pengiring sholawat Habib Syeikh. Sukses dan selalu Masbro..

Namanya Wahid Abdur Rokhim, asalnya Magetan Jawa Timur, dia seorang santri di Ponpes Krapyak, sudah hafal belasan Juz Al-qur’an bahkan puluhan Juz mungkin. Namun yang diingat darinya adalah bukan hal itu, dia adalah Raja Tidur di kelas, mungkin karena tiap malam menghafal Al-Qur’an jadi di kelas sering mengantuk bahkan tertidur.



Berbicara mahasiswa satu ini gak pernah ada habisnya, kalau ketemu dia pasti selalu yang diingat adalah. “Om-om Truk aja Gandengan, masak om nggak” Hahha selalu lucu dan gak ada habisnya kalo menghina dia. Maaf yaa broo. Ohh iya lupa Namanya Moh. Sodiq, dulu namanya bukan itu kalo gak salah namanya dulu Mohammad Ilhamus Shodiq, katanya sih sering sakit jadi dirubah seperti itu. Meskipun wajahnya yang kurang berkesan, mahasiswa asli Semarang ini hebat dalam urusan Beasiswa. Bagaimana tidak beasiswa SUPERSEMAR digondolnya, usut punya usut kini ATM nya sudah bernilai sekitar 30 jutaan dan itu hanya dari beasiswa. Semoga jodohmu juga enteng. Jangan lupa traktir temen2 khususnya gue :D Entar gue carikan jodoh dah, Hehehe dah kayak biro jodoh aja ini…
Namanya Suraida Salaeh dialah satu2nya mahasiswi Impor dari Thailand, tapi denger2 kini dia tinggal di Malaysia. Pacarnya disini si Hudi tadi mahasiswa asala Gresik, mungkin emang dari dulu rezekinya impor mungkin. Semoga kalian langgeng ya… Meskipun berbeda Negara kini Suraida atau akrab disapa dengan panggilan Zhu ini, sudah mahir berbahasa Jawa, mungkin itu alasan Hudi suka dan sayang dengan Suraida. Orangnya asyik si Zhu ini, dulu sering maem bareng dengannya. Tapi kini sudah jarang kumpul lagi dengannya mungkin karena dia sibuk jadi aktifis. Jadi jarang bertemu…
Mahasiswa asal Batang ini bernama Syukron Makmun, tapi biasa dipanggil Boy, aneh juga memang. Dia sering telat kalau kuliah, wajarlah hidupnya saja seperti kelelawar. Ia fans berat club Arsenal yang sudah 8 musim terakhir tidak pernah juara EPL. Dan kali ini dia sangat senang karena musim ini berada di puncak klasemen BPL. Ia bertahan hidup di Jogja dengan bekerja sebagai pegawai. Top markotop buat perjuangan hidupnya membeli sebatang rokok.
Namanya Wiwien Dwi Septiana, mahasiswi asal Jogja Amplaz ini akrab disapa Mbak atau Mbokde Tia, wajar saja usianya sudah hampir mencapai kepala tiga. InsyaAllah dia akan wisuda April 2014, mungkin sudah ngebet nikah. Anak ini paling rajin nyatet saat kuliah, wajar kalo catatannya sering aku copy untuk aku belajar, sampai saat ini wataknya tak pernah berubah, keras kepala dan susah diatur, tapi kini dia sudah tak tomboy lagi, dandanannya bukan lagi pake celana jeans ketat, kummel. Dia sudah mengerti dan mengenal dandan, wajar eye liner, mascara dan eye shadow kini jadi sahabatnya. Semoga cepet lulus dan nikah, jangan pernah lupa ama Babeh yaa kalau sudah sukses, begitu juga sebaliknya ingetin aku kalau aku sudah sukses Aamiin
Namanya Unindia. Asalnya penulis lupa. Akrab disapa Unin. Dandanannya yang aneh sering menjadi perhatian di dalam kelas. Tapi dia kini tak pernah diketahui keberadaannya, tahun lalu kata anak-anak lainnya sih dia sudah kuliah di Universitas ternama di Jogja. Tapi sejak itu tak pernah tahu lagi keberadaannya. Yang paling diinget darinya adalah sebutan penulis baginya, dialah si Ratu headset, kemana2 selalu bawa headset, bahkan di kelas bukannya denger penjelasan dosen, ehh malah dengar music, semoga kamu sehat dan sukses selalu Unin, hapuskan kebiasaan pake headset di dalam kelas.






Namanya Muhammad Uzer, mahasiswa asal Cirebon ini pendiam dan jarang kumpul dengan geng kelas IH C. katanya sih dia mondok di pesantren Krapyak. Dia mulai bergabung dengan temen yang lain adalah saat bermain futsal saja, selepas itu ia tak pernah terlihat lagi. Kini pun ia jarang terlihat di kampus, jujur saya tak tahu dia ambil Konsentrasi Pidana atau perdata, yang pasti dia bukan anak HTN. Kalo ambil HTN pasti sering ketemu dengan penulis. Pribadinya yang pendiam, banyak penulis yang tak ketahui tentangnya, yang paling penulis inget cuma satu, di sempet tertarik dengan gadis yang berasal dari kota penghasil Tahu taqwa.
Namanya Moh Wahyudi, dia berasal dari Sumenep Madura, wajahnya yang ganteng mampu menaklukkan pujaan hatinya, gadis Grobogan berplat K yang kini berdomisili Bogor. Mahasiswa aktifis ini mudah ditemui kalo ada event2 kampus yang diselenggarkan oleh organisasinya. Dia pasti ada di dalamnya. Secara dia kan aktifis kampus, kalo ingin mudah menemuinya, temuilah di tempat nongkrong, warung kopi misalnya. Pasti dia dapat ditemui disana, Kalo sudah presentasi, pasti dia yang jadi andalan atau boleh disebut sebagai kartu AS dari kelompok, karena tanpa baca pun makalah yang dibuat kelompok, di pasti mampu menjawab soal-soal dari audience. Hebat pokoknya deh…
Selanjutnya Wildan Habibi, pria berkacamata ini berasal dari kota Ngapak juga kayaknya.. ia lebih dikenal dengan sebutan simbah, mungkin wajahnya mengalami penuaan dini, atau memang benar sudah tua. Ahhh sudahlah. Anak ini sulit ditemui, kalo ingin menemuinya temuilah di tempat nongkrong, kumpul2 anak, pokoknya tempat2 rame gitulah. Usut punya usut dia bertahan hidup dengan cara bekerja menjadi pegawai penjual martabak. Biasanya dia nongkrong di daerah Jembatan Sayyidan. Pokoknya anak ini gokil, tap salut dah buat dia.. semoga gak lupa dengan kewajibannya sebagai mahasiswa.


Namanya M Yosi Fawaid, berasal dari kota Banyuwangi. Perbatasan Jatim-Bali. Kalo mau ke Bali cukup renang melewatinya. Hahaha. Dialah mahasiswa pecinta hewan, khususnya Ayam Serama, dimanapun tempatnya, berapapun harganya dia pasti kejar untuk sekedar melihatnya atau bahkan rela merogok kocek lebih dalam dari sakunya untuk membeli Ayam Serama. Waktu ayamnya kena virus H5N1 flu burung, di shock minta ampun, tak percaya ayam kesayangannya sudah tak bernyawa, macam sudah ditinggal pacar atau istri saja kelakuan anak ini. Hahaha. Saat masih maba dia pun tertarik dengan gadis dari Kediri, kota penghasil Tahu taqwa.
Ini dia mahasiswa Klaten yang kini tak ngelaju lagi. Ia bernama Zaki Zamani inget ya air mani. Ia penggemar band-band lokal seperti efek rumah kaca, atau palah itu namanya. Hal yang paling ia senang adalah mampu foto bareng pemimpin D’Jancukers Sudjiwo Tedjo. Ia kini bekerja jadi waiters di sebuah warung makan ternama. Lumayan untuk menyambung hidup dan menyalanya batang rokok. Kalo mau film2 vulgar, dialah rajanya setelah Om Con_Dro (Gus Farid). Hahaha Just Guyon lhao iki….
Peace….

Namanya Abdul Maknun, aseli Cirebon. Pria berkacamata ini lebih senang dipanggil dengan nama Jhohar, mungkin terinspirasi dari kitab balaghoh bernama Jauhar Maknun. Dia bertahan hidup di Jogja dengan menjadi seorang waiters di Bjong café, bukan masalah pekerjaannya, namun kegigihannya yang perlu penulis contoh, dia pintar dalam berdialektika, pintar dalam bersastra, pantas banyak wanita menyukainya. Saluut buat Kang Jhohar

Yang terakhir Sumarno, si Badan besar dan tinggi ini yang kerjaannya hanya ngerepotin semua temen-temen yang sudah disebutin dari atas tadi. Ya kerjaanya hanya bikin repot mereka. Pria asal Serang Banten ini hobbinya makan. Jailin orang, becanda kelewatan itulah Umar panggilan akrabnya, katanya sih sebaik-baiknya perkara adalah pertengahan. Untuk itu nama UMAR saya putuskan menjadi penggilan dari nama lengkap S (UMAR) NO….. Semoga bisa menjadi seperti pribadi Khalifah Umar Bin Khotob r.a. Aamiin ya Allah

Oke selanjutnya aku minta maaf dengan teman-teman semua. Teman-teman yang sudah aku sebutin satu persatu dalam tulisanku kali ini. Maaf jika ada yang tersinggung ataupun sakit hati dengan tulisanku ini. Aku nggak ada niat apa-apa, nggak ada niat mengejek atau menjelek-jelekan, sama sekali tidak. Dan itu semua hanya sekedar bercanda untuk hiburan semata. Dan bagiku ini adalah sebagai ajang dalam mencurahkan perasaan saja. Karena aku sendiri sadar mungkin diantara kalian atau didalam kelas aku kurang dikenal atau bahkan tidak semenarik teman-teman yang lain. Tapi aku berharap dengan tulisanku ini aku ingin suatu saat nanti terkenang dihati kalian.
Suatu saat nanti kalian akan mengingatku ketika kita sudah sukses nanti, Aamiin. Walaupun dikelas aku orang yang tergolong pasif dan justru merepotkan kalian, tapi aku ingin tetap berkesan dihati kalian. Karena kalian begitu berkesan dihatiku. Sekali lagi aku minta maaf, dan seperti yang aku jelaskan diatas tadi semoga kita menjadi orang yang kelak akan merubah bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik. Dan tetaplah jadi diri kalian sendiri. Karena tanpa kalian sadari ada banyak orang disana yang ingin seperti kalian. Sekali lagi maaf, maaf dan maaf.
Created by Assa El-Fath


Senin, 16 September 2013 0 komentar

Bahaya Minum Berdiri

Dalam hadist disebutkan "janganlah kamu minum sambil berdiri". Dari segi kesehatan, air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler berotot yang bisa membuka dan menutup agar  air kemih bisa lewat. Dan ternyata sfringer ini hanya bekerja pada saat kita duduk. Sehingga jika kita minum atau makan sambil berdiri, air yang masuk ke dalam tubuh akan masuk begitu saja tanpa disaring oleh sfringer.
Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada `pos-pos' penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran sepanjang ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana. Yaitu mulai muncul penyakit kristal ginjal, salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya.
Bahkan Rasulullah sendiri sejak 1400 tahun yang lalu melarang minum sambil berdiri. Apalagi jika makan sambil berdiri, itu justru lebih berbahaya. Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Jika minum sambil berdiri, maka cairan minuman akan jatuh dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras. Dan jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Adapun Rasulullah SAW pernah sekali minum sambil berdiri, tapi itu disebabkan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia. Dan ini bukan merupakan kebiasaan beliau. Ingat azas darurat!
Pada saat berdiri tubuh manusia dalam keadaan tegang. Setiap  organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras untuk mempertahankan semua otot tubuh agar tetap tegak. Ini menyebabkan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah. Akibatnya bisa mematikan detak jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Bila terbiasa makan dan minum sambil berdiri secara terus-menerus terbilang berbahaya bagi dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Jumat, 17 Mei 2013 0 komentar

Aku, FLP dan Dakwah Kepenulisan



Sering aku mendengar tentang FLP, tapi tak pernah tahu apa saja kegiatannya. Yang aku tahu hanyalah komunitas para manusia yang suka dan hobi menulis. Nah sebenarnya aku mulai suka menulis dari sejak di MA dulu namun karena suatu hal, entah apa aku sempat vakum di dunia menulis. Semakin menjamurnya penulis-penulis di Indonesia, semakin menarik perhatian hatiku, seakan minta diperhatikan padahal sedikitpun tidak.
Menulis seakan menjadi candu yang bermula dari canda, iseng menulis di diary harian dulu, dengan menulis pula aku bisa tuliskan apa yang semua aku rasakan, tak perlu apakah akan ada yang membacanya atau tidak, tapi dengan menulis aku bisa lupakan segala rasa yang ada dalam hati yang sudah terlanjur tersayat emosi diri melihat kejadian-kejadian yang ada dalam negeri ini.
Maraknya kasus-kasus tindak pidana menjadikan negeri ini semakin bedebah saja rasanya. Moral bangsa yang sudah terlanjur pesimis seakan surga bagi koruptor, melengang bebas pergi plesiran ke luar negeri setelah membawa jarahannya, mentalitas bangsa yang kian tergilas idealitasnya akan nilai-nilai yang tersemat dalam pancasila, pun jua mentalitas penegak hukum yang kian hancur, bahkan mentalitas guru yang digugu lan ditiru pun ikut tergilas idealitasnya. “Korupsi sudah menjadi budaya”, sepenggal kalimat tersebut pernah diucapkan Bung Hatta puluhan tahun silam ketika usaha pemberantasan korupsi Pertamina gagal. Sejak itu anggapan bahwa korupsi sudah menjadi budaya bangsa Indonesia kian populer. Rangkaian kata-kata tersebut seolah seperti sebuah kalimat sakti yang kebenarannya masih dapat kita buktikan hingga detik ini. Memang pada saat itu tidak banyak yang diseret ke Pengadilan dan dimasukkan ke dalam bui. Akan tetapi, karya sastra ternyata lebih jujur dari manusia. Karya sastra justru mampu merekam sejarah dan menyimpan sejuta cerita dalam dokumentasi perjalanan bangsa ini.
Semakin banyak penulis muak dengan hal ini semua, hingga pada suatu waktu banyak karya yang bermunculan, yang pada intinya mereka yakin karena lewat tulisan-lah dapat menggugah jiwa-jiwa yang keras hatinya, dakwah untuk kebaikan tidak hanya selalu lewat action, apalagi dengan anarkis. Bagaimana mau didengar, dilihat, didukung oleh yang lainnya, tingkah lakunya saja tidak jauh dari sifat ke-hewan-an. Bukti riil adalah bahwa batu sekeras karang pun dapat hancur oleh percikkan air laut yang lembut, begitu juga hati manusia, hati yang keras bukan diselesaikan dengan tindakan yang keras, apalagi anarkis. Rasulullah pun demikian, tidak sedikit pun beliau membalas semua tindakkan kekerasan dengan hal yang serupa.
Menurut hemat saya, dakwah tidak sekedar aksi dan aksi, kalau semua seperti itu, siapa yang mau menceritakkannya kepada cucu-cucu kita nanti. Kalau cuma aksi melulu yang ada justru saling pertumpahan darah, justru rekaman sejarah dokumentasi bangsa yang tak tertulis hanya gambaran ilustrasi tanpa adanya penjelasan tertulis.
Memang benar adanya kalimat “tidak semua yang kau tulis mereka baca, dan tidak semua yang mereka baca kau tulis”. Kalimat itu sebagai pelecut dan penyulut ghiroh untuk merubah dunia lewat tulisan semoga tertancap dalam-dalam. Karena dengan menulis banyak fakta kehidupan yang membuktikan, bahwa memang menulis mampu menjadikan orang-orang yang hidupnya penuh dengan masalah, jauh dari masa depan yang menjanjikan sebuah harapan, masa depan yang suram, yang  justru meruntuhkan percaya diri, untuk kembali menjadi pribadi yang penuh rasa percaya diri dan siap menyongsong hidup dengan segudang prestasi. Aamiin ya Mujiba Sailiin J
0 komentar

Ketika Maslahah Menjadi Masalah

Mungkin cerita ini belum berlangsung lama, sore tadi kampus kembali geger dengan aksi mahasiswa yang menuntut untuk menurunkan rektorat karena tak tegas dalam mengambil sikap terkait permasalahan pemilwa. Berniat mencari maslahah justru menimbulkan masalah yang membuncah. Tuntutan yang tak didengarkan justru menimbulkan amarah massa dari Aliansi Partai Mahasiswa, kampus rakyat justru dikenal dengan anarkisme-nya, padahal belum lama ini citra baik kampus berlabel UIN baru diperkenalkan, perjuangan para mahasiswa dalam Debat Konstitusi tak digubris, moral yang kian terkikis, pemilwa yang penuh dengan diksi politis justru menampakkan nilai anarkis, bengis, dan kadang gak logis.

Menurut hemat kami, Ini semua karena kurangnya pendidikan dalam berpolitik. Sudah seharusnya kampus memberikan pendidikan politik kepada mahasiswanya, sudah seharusnya kampus melibatkan mahasiswa dalam setiap kebijakannya, agar tak lagi ada perlakuan seperti ini, ingin dihargai ya harus menghargai, kritis boleh namun tetap mengedepankan nilai akademis, bukan dengan gerakan anarkis merusak fasilitas Negara, mengganggu kegiatan belajar mengajar, dengan sikap yang terkadang kurang ajar. Padahal ada embel-embel Islam namun berbanding terbalik dengan kampus lainnya yang kesannya masih lebih baik mereka yang berpaham komunis, mereka justru lebih mengedepankan nilai sosialis.

 

Di satu sisi tuntutan yang dilakukan APM tak ada hasil, pun jua rektorat yang sudah terlanjur fasilitasnya terusak oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab, tangan yang lempar batu sembunyi tangan, tangan yang diam ketika diminta pertanggung jawaban. Banyak pemimpin saat ini lebih mengedepankan percaya diri tinimbang tahu diri, yang ada justru menang jadi arang kalah jadi abu, keduanya sama-sama rugi. Pihak rektorat yang melibatkan satpam kampus guna menghadang aksi massa yang sweeping ke area rektorat justru terlibat baku hantam, masing-masing kedua pihak terdapat korban, entah apa maunya, entah siapa yang memulai. Ketika ditanyai masing-masing menjawab bahwa pihaknya yang benar, mereka lagi-lagi bersikukuh dalam kebeneran pribadi, yang ada malah sakit hati, mereka menang kalahpun sama-sama menderita. Teringat peribahasa selain diatas, bahwa Raja Adil Raja Disembah, Raja Lalim Raja Disanggah adalah pemerintah yang bersifat adil akan dipatuhi, sedangkan jika pemerintah sewenang-wenang terhadap rakyatnya akan dilawan. Dan ini yang terjadi di kampus putih, kampus perlawanan, apa-apa yang bertentangan dengan kebijakan yang menindas mahasiswa pasti akan dilawan, namun car melawan yang salah justru menimbulkan masalah, padahal berniat tuk mendapatkan maslahah. dan beginilah kesimpulannya, mencari maslahah menimbulkan masalah. Semoga mahasiswa kita semua tetap kritis dan idealis namun tetap mengedepankan nilai akademis, tidak semua masalah harus diselesaikan dengan aksi anarkis, perlakuan yang bengis, karena masalah bisa diselesaikan dengan dunia tulis menulis.

Karena seribu tentara tak ada artinya dibanding sebuah tulisan yang tajam menggelora (Adolf Hitler).

 

 

Jumat, 12 April 2013 0 komentar

Euphoria atau Kebutuhan... Geliat Parpol Memburu Artis


Geliat Parpol memburu Artis (Euphoria atau Kebutuhan)

Masih ingat terpilihnya beberapa artis menjadi anggota DPR?, pernah kita mencoba menilai kinerja mereka? Apakah eksistensi peran mereka benar-benar ada atau hanya sebagai pelengkap saja dari Pemerintahan yang ada? Atau jangan-jangan kita apatis terhadap hal ini?

Belum lama ini salah satu parpol setelah meminang pengusaha kenamaan pemilik MNC Group (red-HT) sebagai anggota/kader, mereka kembali meminang dua orang artis, yakni artis senior Meriam Belina dan salah satu diva penyanyi pop Indonesia yakni Krisdayanti. Entah apa tujuannya. Meskipun keduanya belum berpengalaman di dunia politik, parpol ini langsung menjadikan kedua artis ini menjadi Wakil ketua Dewan Kehormatan Srikandi parpol, yang membawa tagline “muda, bersih dan amanah. Mereka berdua merasa terhormat dipinang oleh parpol ini, mereka juga ingin berkontribusi seperti para artis yang sebelumnya meramaikan pentas dunia politik. Sebelumnya Iis Dahlia dan Andre Hehanusa pun ikut terjun masuk ke partai ini dan mereka jadi bacaleg entah mewakili daerah mana, penulis mengakui bahwa elektabilitas partai ini cukup bersih dan baik, namun jika perekrutan anggotanya hanya mengandalkan artis yang belum berpengalaman justru akan menjadi momok yang menguntungkan atau justru merugikan bagi partai sendiri.

Dalam hal ini di tulisan sebelumnya, penulis menjabarkan bahwa Bapak guru bangsa (Tan Malaka) menjelaskan tentang konsep suatu Negara khususnya Indonesia, Ia menjelaskan bahwa Negara harus fleksibel, artinya ada sisi demokrasi yang harus diwujudkan. Namun menurut hemat penulis bahwa bukan nilai demokrasi yang berlaku saat ini, dimana demokrasi sekarang telah berubah dari nilai-nilai yang harus dipertahankan, demokrasi yang mulanya diartikan dengan “suara rakyat adalah suara Tuhan” namun sekarang  berubah menjadi “suara rakyat adalah suara syaithan”. Jadi dapat disimpulkan dalam hal ini demokrasi yang dimaksud adalah demokrasi  yang memiliki batasan-batasan, dimana masyarakat tetap bisa menyampaikan aspirasi dan melakukan aktifitas politik, sementara pemerintah memberi batasan hingga sejauh mana masyarakat bisa masuk ke dalam arena politik. Bisa disimpulkan demokrasi yang berlaku sekarang adalah semua person bisa memasuki dalam dunia politik dan menjadi politisi.

Padahal kita ketahui bersama, jika semua elemen masyarakat masuk dan terjun dalam politik justru akan memperpecah konsep dari Negara itu sendiri. Dimana semua individu mempunyai kepentingan masing-masing yang justru menjadikan dikotomi kekuasaan yang akhirnya satu sama lain saling menjatuhkan, yang kemudian demokrasi tidak lagi berjalan untuk mewakili aspirasi dari rakyat, tidak lagi berupaya untuk kepentingan sosial namun demokrasi menjadi sebuah jalan untuk memperebutkan kekuasaan. Kita ketahui bersama politik saat ini menjadi cara untuk mendapatkan kekuasaan, tidak sedikit para artis yang ikut terjun ke dalam dunia politik, baik dia berangkat dari partai politik maupun independen yang masuk ke dalamnya. Hal ini makin memperkuat bahwa demokrasi yang berjalan saat ini tidak lagi berjalan secara sehat, dunia politik yang mulanya sebuah dunia profesionalitas berubah menjadi dunia oportunis yang dipenuhi para artis yang tidak sedikit dari mereka tidak mengerti tentang politik. Padahal sudah seharusnya orang-orang yang ingin terjun ke dalam dunia politik tidak mau tidak harus mempunyai pengalaman minimal dalam bidang hukum dan politik. Konsep demokrasi yang digagas oleh Tan Malaka menganjurkan agar semua person tidak terjun dalam dunia politik. Menurutnya tak ada masalah terkait partai dan pemilu, namun tetap harus ada batasan-batasan bahwa hal yang harus didahulukan adalah kepentingan sosial dengan tidak menjadikan kepentingan individu masuk ke dalam dunia politik.

Ketika teman-temanku ditanya soal parpol yang berburu artis atau sebaliknya ada yang menjawab kurang-lebih demikian, Dalam beberapa hal yang utama mungkin bagi mereka nama dan dana, lagipula tidak mungkin mereka ditawari iming-iming biasa, wong dunia artis lebih banyak menhasilkan duit.

Ada juga yang menjawab bahwa keduanya sah-sah saja dalam dunia perpolitikan. Terkait parpol yang memburu artis, hal ini tentu berkaitan dengan pencitraan, dan itu satu hal yang wajar dan tidak haram dalam perpolitikan, sebaliknya ia juga menanggapi artis yang terjun ke politik itu boleh-boleh saja, konstitusi pun membolehkan warganya turut serta dalam pemerintahan dan diakomodir dalam UU HAM mengenai hak berpolitik, selama dia seorang yang kredibilitasnya tinggi, kapabilitasnya dan kompetensi di bidangnya. Ia jua menegaskan bahwa parpol punya hak untuk memburu siapapun yang dapat meningkatkan elektabilitas partainya. Yang menentukan siapa yang bakalan masuk dalam pemerintahan? Ya masyarakatnya yang harus memilih secara cerdas atau sebaliknya.

Ketika ditanya tentang batasan dalam demokrasi di Negara ini, ia dengan lantang menegaskan bahwa itu bukan demokrasi konstitusional seperti yang ada saat ini, kalau ada batasan itu jelas demokrasi otoriter. Pun jua ketika ditanyakan tentang peran parpol memberi pendidikan politik itu agak susah, karena tidak sedikit juga masyarakat yang apatis terhadap politik, melihat saking banyaknya conflict of interest di Negara Indonesia tercinta ini, ia menegaskan bukan hanya parpol namun juga Negara mempunyai peran urgen dalam hal ini.  

Adapula yang mengatakan bahwa memang keadaannya seperti itu, a da yang benar-benar kompeten di bidangnnya, niat yang mulia, tapi beberapa bahkan major mungkin niat utamanya sudah terdistorsi niat beradaptasi di dunia modern. (Uang, uang, dan uang).
0 komentar

Bambang versus Brambang


Tulisan ini terinspirasi karena berita-berita di televisi yang saya tonton dan beberapa surat kabar yang saya baca.

Kau masih ingat kasus daging impor sapi, kasus TNI vs POLRI dan kasus korupsi yang engkau elu-elukan tiap hari-harimu? Teriaknya kepada Bambang, ya kali ini si Brambang meneriaki Bambang saat ia menyepelekan hal-hal yang justru mempunyai peran urgen dalam kebijakan pemerintah yang ia ambil. Brambang berteriak “yes aku berhasil memalingkanmu untuk lebih perhatian kepadaku, kau baru sadar aku punya peran penting dalam hidup ini” hah?

Setelah menjadi momok yang selalu menakuti bawang putih, kini justru Brambang bersahabat dengannya, ia tak lagi mementingkan siapa yang paling dicintai ibu-ibu rumah tangga, pedagang sayur, dan penjual penyetan, hingga pemerintah. Dan kini jelas Brambang berkomplot dengan si putih untuk melawan rezim si Bambang,  ia bilang kepada bawang putih kalau kamu berani menaikkan harga jualmu, kenapa aku tidak?.

Miris memang saat mengetahui kedua bawang ini tiap hari harganya makin melonjak, mencekik para ibu-ibu rumah tangga, pedagang sayur dsb. Di lain sisi memang ini amat sangat menguntungkan bagi para petani bawang, khususnya Brebes yang terkenal dengan Brambangnya. Tapi di sisi lain bisa jadi ini permainan para petani ekslusif, (red:petani=pengusaha besar) Para petani desa pun ikut meneriakkan hak-haknya, “hai Bambang mengapa kau menyalahkan kami? Bukankah kau yang inginkan pembatasan barang-barang yang berbau impor? Bukankah ini kebijakan yang kau ambil? Tak tahu mengapa semua pihak memprotes, melawan rezim si Bambang yo (red:SBY), mungkin lebih karena ia selalu menjadikan rakyat sebagai korban dari kebijakan pemerintah yang salah.

Di Jakarta harga brambang menyentuh angka 50rb rupiah/kilogram, sedangkan si putih mencapai 100rb rupiah/kilogramnya, di Jogja brambang menyentuh angka 60rb rupiah/kg. Dan saat kami kau anggap tak pernah ada, saat kau lebih mementingkan korupsi daging sapi, tomat dan cabe, kini kau tiba-tiba menggugat kami, kau salahkan kami saat kau tak pernah mau menanam (memproduksi) sendiri, giliran kami meraup keuntungan besar, kalian bilang petani Brambang mendzholimi pemerintah. Terus dimana pemerintah saat kami merasakan kegagalan panen, saat kami kalah karena ulahmu yang lebih mengandalkan barang-barang impor, ulah kita yang lebih mementingkan fluktuasi harga barang-barang elektronik seperti (i-pad, gadget, computer, laptop, dsb) dimana kalian semua? Saat kami dianggap tak pernah ada? Kini saat kami datang mencekik, kalian tiba-tiba datang berteriak dan meminta maaf kepada kami, minta maaflah kepada mereka yang selalu mengurusi kami saat kami dianggap hal yang sepele, tapi jangan pernah sekalipun kau meminta maaf kepada si Bambang yo (red:SBY).

Semoga kita sadar dan tidak pernah menyepelekan hal-hal yang justeru mempunyai perang yang sangat urgen dalam kehidupan ini. Mungkin ini imbas dari kemarahan bawang putih kepada brambang yang selama ini menyakitinya, kini ia membuktikan bahwa ia lebih pedih daripada brambang. [el-fath]

       

                                                        Yogyakarta, 14 Maret 2013

0 komentar

Aaaaarrgggghh


Aaaaarrrrrrgggghhh ………………..

Cerita sobat karibku yang sedang fokus mengurus skripsinya. Ia bilang hari ini calon imamnya dan orang tuanya datang ke rumah, dan Alhamdulillah kita sudah menentukan tanggal pernikahan kita, lha aku kapan aku mulai memberanikan diri lagi untuk mengkhitbah pujaan hati, setelah kejadian dulu, justeru aku malah ditinggal menikah untuk kedua kalinya, rasanya semakin hancur lebur hati ini, ya hancur berkeping-keping, Bolehkah aku bercerita? Mula-mula ia sekedar hanya ingin tahu atau mungkin sok akrab denganku, tanya sana-sini, ini-itu, dan kini ia mulai berani mengungkapkan perasaan itu, aku menghargainya, entah karna rasa yang sama atau sekedar tak ingin membuatnya sakit, apakah aku PHP-in dia atau apa istilahnya aku pun tak tahu….

Apakah ia benar-benar yang Tuhan telah pilihkan untukku? Tapi aku tak pernah merasa seperti yang dulu aku rasakan kepadanya, pada seorang putri yang biasa aku panggil Bulan, tak tahu mengapa, rasanya ini rasa yang salah, aku tak pernah sedikitpun merasa ada keharusan untuk merebut hatinya seperti yang kurasa dulu, mengapa ini terjadi lagi? Bukankah itu hanya kamuflase? Apakah memang sudah takdir bagiku yang hanya bisa mencinta, tanpa untuk dicinta? Berjuta Tanya kembali hadir di kepala yang rasanya semakin pecah….

Tak terasa sudah setengah abad menjalani kehidupan ini, tak terasa sudah tiga tahun menginjakkan kaki di Jogjakarta. Begitu banyak pengalaman dan pertemanan baru kualami, aku tak merasa dapat apa-apa, dari enam semester ini belum banyak yang aku dapat, aku belum bisa bahagiakan wali yang telah biayai kuliahku selama ini, belum bisa bahagiakan orang tua yang selama ini menyebutku dalam lantunan do’a yang tulus mereka panjatkan kepada-Nya untukku. Aku masih tertipu dengan perasaan sendiri, merasakan sedih berkepanjangan.

Tapi setidaknya aku tahu, cinta sejatinya selalu seperti uang logam yang memiliki dua sisi dan semuanya saling berkesinambungan, saling melengkapi, aku tak mau lagi memberikan janji manis namun palsu, tak ingin lagi untuk benar-benar yakin bahwa kau terbaik untukku, bahkan bertemu sekali pun tak pernah, kita hanya dipertemukan lewat foto dan suara, dan kita tak pernah tahu karakter dan perasaan masing-masing. Cinta datang tidak tiba-tiba. Karena itu jelas bukanlah cinta melainkan nafsu semata yang tak pernah tahu batasan etika, batasan norma yang ada. Aku paham ini memang baik, apalagi pacaran setelah menikah, namun sebelum menikah ijinkan aku mengkhitbah dengan caraku sendiri, jangan kau debat aku dengan caramu, bahkan satu pendapat saja kita tak tak pernah se-iya sekata. Lalu kau yakin ini cinta, setelah kau ungkapkan semua, pertemuan sepintas lewat dunia maya kau menilaiku dengan cara seperti apa? Semua yang kamu ungkapkan jelas hanya rasa ingin dimanja dan ingin diperhatikan, bukan karena untuk menjadi ma’mumku. Aku pun tak pernah tahu rasa apa yang ada dalam benakku ini, benarkah cinta? Atau hanya sekedar rasa kasihan belaka? Tak tega melihat kau seperti ini, tak tega melihat engkau disakiti melulu, ini jelas rasa kasihan, rasa bukan karena cinta, namun lebih karena saying seorang kakak kepada adiknya, tidak lebih-tidak kurang. Aku tak pernah merasakan hal yang lebih kepadamu, tak pernah sedikitpun……….

Maafkan aku….

 

Labels

 
;