Engkau
mengajariku bagaimana mencintai dengan tulus
Mengantarkan aku menuju gerbang kebahagiaan
dan juga mengenalkan aku pada rasa sakit
Rasa sakit yang entah kapan akan berakhir..
ketika semuanya telah aku berikan
Apa kau menghargainya ???
ini adil buatmu tapi tidak buatku
Harusnya tidak kusandarkan kasih sayang ini untukmu...
Entahlah aku yang terlalu bodoh telah memilihmu
atau kau yang terlalu bodoh
telah menyianyiakan cinta yang tulus
Mungkin setiap kata cinta yang kau ucap itu bohong...
Tapi kenapa aku masih saja percaya
Aku benci diriku sendiri
Aku benci mencintai dirimu begitu tulus
Hingga aku lebih mementingkanmu
dibanding hal lain....................
dan mengapa aku tak jera
mengapa aku tetap mengharapkan segalanya darimu ???
Aku memang bodoh ..
Bantu aku melupakan..
Meluapakan apa yang telah kau tanam
Melupakan segalanya.......
Agar aku tenang dan dapat merasakan bahagia..
Apa kau bangga telah melukai hati kecil ini ???
hati kecil yang telah aku bingkai
Aku hanya ingin tersenyum J (-_-)
Aku ingin tertawa bebas
Tanpa memikirkanmu, tanpa ada luka, tanpa ada gelisah sedikitpun di hati
ini................
Tampilkan postingan dengan label Musikalisasi Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musikalisasi Puisi. Tampilkan semua postingan
Musikalisasi
Puisi
Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu,
memaksaku kembali untuk menyentuh kenangan,
terdampar dalam bayang-bayang yang kau burat secara sengaja,
sekan-akan sosokmu nyata,
menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan,
Dalam kenangan kau seret aku secara perlahan,
menuju masa yang harusnya aku lupakan,
hingga aku kelelahan
hingga aku sadar
bahwa aq sedang dipermainkan
inikah caramu menyakitiku
inikah caramu mencabik-cabik perasaanku
Apa dengan melihat tangisku
itu berarti bahagia untukmu...
Apa dengan menorehkan luka di hatiku
berarti kemenangan bagimu
Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu
Apakah boneka kecil ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini
dilarang untuk mencari kebebasan
mengapa kau selalu permainkan aku seperti mainan ???
Kapan kau ajari aku kebebasan??
Ajari aku caranya melupakan
meniadakan segala kecemasan
meniadakan segala kenangan
Nyatanya derai air mataku
hanya disebabkan olehmu
Ajari aku cranya melupakan
Sehingga aku lupa caranya menangis
Sehingga aku lupa caranya meratap
Karena aku selalu kenal air mata
Aku hanya ingin tertawa (-_-) J
sehingga hati aku mati rasa akan luka
Dwitasari J
memaksaku kembali untuk menyentuh kenangan,
terdampar dalam bayang-bayang yang kau burat secara sengaja,
sekan-akan sosokmu nyata,
menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan,
Dalam kenangan kau seret aku secara perlahan,
menuju masa yang harusnya aku lupakan,
hingga aku kelelahan
hingga aku sadar
bahwa aq sedang dipermainkan
inikah caramu menyakitiku
inikah caramu mencabik-cabik perasaanku
Apa dengan melihat tangisku
itu berarti bahagia untukmu...
Apa dengan menorehkan luka di hatiku
berarti kemenangan bagimu
Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu
Apakah boneka kecil ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini
dilarang untuk mencari kebebasan
mengapa kau selalu permainkan aku seperti mainan ???
Kapan kau ajari aku kebebasan??
Ajari aku caranya melupakan
meniadakan segala kecemasan
meniadakan segala kenangan
Nyatanya derai air mataku
hanya disebabkan olehmu
Ajari aku cranya melupakan
Sehingga aku lupa caranya menangis
Sehingga aku lupa caranya meratap
Karena aku selalu kenal air mata
Aku hanya ingin tertawa (-_-) J
sehingga hati aku mati rasa akan luka
Dwitasari J
Langganan:
Postingan (Atom)
Labels
- Musikalisasi Puisi

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact