Tampilkan postingan dengan label Ceritaku Bersamanya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku Bersamanya. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juni 2014 0 komentar

Aku Kangen Kamu.

”Kamu selingkuh ya?”
”Kok kamu nuduh gitu?”
“Kamu gak pernah bilang kangen sama aku. Kita udah hampir setengah tahun gak ketemu loh.”
”Baru setengah tahun..”
”Hih, setengah tahun kok baru? Gila yah kamu..”
”Hehe..”
”Kamu nggak kangen sama aku gitu?”
”Hehehe..”
”Kamu kok malah ’hehe-hehe’ terus sih?”
Kata ‘kangen’ atau ’rindu’ masih enggan keluar dari mulutmu, suaramu di ujung telepon sana terdengar datar dan dingin. Kamu hanya akan terkekeh dan aku terus merajuk memintamu mengatakan rindu.
Kau tahu kenapa aku begitu? Karena rindu ini milik siapa pun belum aku tahu. Seperti milikku, tapi bukan milikku. Seperti untukmu, tapi masih ada ragu. Jadi, biar ini menggantung dan biar aku berdialog dengan diriku sendiri saja untuk membicarakannya.
Aku sedang mencari tempat agar kau dan aku tak ditemukan orang-orang. Mungkin bisa kita tinggal di hutan, akan kubuat sebuah rumah yang hangat untuk tempat kita tinggal. Kamu yang akan memberikan ide dan kita bersama-sama membangunnya, hanya berdua. Cukup kamu dan aku yang ada di sana, tetangga adalah binatang-binatang hutan yang telah dijinakkan oleh kita. Kita akan hidup selamanya. Sedihnya, ini masih dalam angan-anganku, aku sedang dalam perjalanan. Kau sudah merengek, meminta bertemu.
Bukankah belum ada kesepakatan antara kita? Dan setengah tahun adalah waktu yang cukup sebenarnya untuk mengukuhkan bahwa memang tidak ada hubungan antara kau dan aku? Namun, kamu terus mencari, dan aku juga ikut berlari, kita tidak bertemu di suatu titik. Kau pergi ke arahku sementara aku menjauh darimu. Tiada pernah habis. 
Kita adalah dua insan yang sedang membutuhkan satu sama lain, kamu hanya mengiranya aku dan aku pun begitu. Semestinya kita bergerak pada kenyataan bahwa kita selamanya takkan pernah bertemu lagi. Kita hanya membohongi diri, saling menunggu. Seakan nanti benar-benar akan datang. Tapi, rindu untukmu adalah tulus. Hanya kata itu tak mampu kusebutkan, begitu takut aku semakin mengkhianati kenyataan.

Kamis, 29 November 2012 0 komentar

Kau dan Hujan


# Kau dan Hujan #
Dua jam berlalu, sepi. Tak ada yang kulakukan, aku hanya sms-an denganmu, Mungkin seperti dirimu, kini aku sedang memandang hujan diluar sana. Mataku tak lepas dari tetes-tetes hujan yang tengah membanjiri halaman depan kostku. Rimbun tanaman seakan menyambut kedatangan mereka. Kurasa hujan saat ini datang tak seperti biasanya, kulihat dari celah jendela hujan semakin deras, tib
a-tiba HP-ku berdering menunjukan nada pesan pribadi darimu.
#
Suara petir membangunanku dari lamunan, aku teringat segala ceritaku bersamamu di pondok dulu. Kau datang kepadaku, kau curahkan semua isi hatimu, bahwa kau menjadi sosok wanita yang tak pernah merasa bahagia. Segalanya kelam dan suram, semua masalah datang silih berganti, sedih tak pernah berujung. Namun satu yang kukagumi dari dirimu, kau tetap bertahan, tak pernah mengeluh apalagi menyalahkan Tuhan justru kau selalu mensyukuri apa yang telah Dia beri. Kau yang datang dalam kehidupanku, menghapus segala lara yang kurasa, kau tak pernah mengenal kasta apalagi hanya untuk tumpukkan harta. Itu yang kukagumni darimu. Kau jujur apa adanya bukan tipe ada apanya.
Andai saja cinta itu, kamu..........
Pasti rela menyerahkan kepadamu, CINTA ....
#
Tak pernah kusangka cepat berlalu, kau tinggalkanku dalam ketermanguanku, kau beri kabar saat diri ini belum siap tuk mendengarnya “kelenjar heroit dan hepatitis studium III separah itukah? Mengapa bukan akau yang memikul itu semua? Begitu tenang kau menyampaikan itu semua, seperti tak pernah terjadi apapun. Lagi-lagi kau tersenyum bahkan kau pun bisa tertawa, kau tak ingin semua orang yang mendengar akan keadaanmu merasakan kesedihan, kau pendam itu semua hingga saat ini, kau berbisik lirih “ Kakak, adik diberi sakit tanda Tuhan masih sayang adik”. Kakak jangan sedih yaaaa, jaga diri kakak baik-baik
#
Tut-tuuuutt-tuuuuuut suara telepon terputus, sedari tadi aku menahan isak tangis yang ingin kukeluarkan saat kau mengucapkannya dengan lirih, akhirnya tak kuasa diri ini, suara gemeuruh pun beradu dengan isak tangis yang kukeluarkan semuanya tanpa tersisa sedikitpun, berperang dengan cahaya kilat dan suara petir yang beradu dan semakin mengerikan. Lima jam berlalu, hujan pun tak mengeluarkan tanda-tanda tuk berhenti. Justru malah semakin membanjiri halaman kost-ku setinggi 20cm.
#
Setelah kejadian itu, terjadilah perdebatan hebat antara kita, kau beri kabar dan memutuskan untuk berpisah denganku, kau beralasan bahwa kau tak pantas bagiku, kau memintaku untuk ikhlas dan mencari penggnti dirimu. Haruskah kulakukan semua ini, untukmu? Bukankah cinta itu datang karena fitrahnya, tak pernah memaksa? Bukankah cinta hadir untuk saling melengkapi? Mengapa ini yang terjadi? Sebantang pertanyaan-pertanyaan bodoh muncul dari otakku, tapi ini wajar, ini tak adil bukankah kita telah berjanji, berkomitmen untuk tidak pisah hanya karena hal-hal sepele apalagi untuk diperdebatkan? Mengapa ini yang terjadi ?????? :’(
#
Ya Allah ... ya rabbi
Sang penguasa hati, hanya kepada-Mu hamba berserah diri, walau hati terasa pilu seakan tersayat oleh sembilu, mulut ini bungkam seribu bahasa, tak pernah tahu lagi apa yang harus diperbuat dan apa-apa yang harus terucap, kuserahkan semua urusan ini kepada-Mu ya Allah..........
Akhir tahun 2012, setahun setelah vonis itu, kau berulang kali harus dirawat inap, tetapi aku heran, kau sama sekali tidak memunculkan raut muka yang sedih, tak merasa putus asa, apalagi berpikir tuk salahkan Tuhan. Kau tumbuh semakin dewasa dalam menajalani ini semua, tak ada rasa gundah bahakan gelisah sedikitpun. Aku semakin bangga, walau kau pernah ucap kau ingin akhiri semua hubungan ini untuk berpisah denganku, namun maaf, jujur aku tak kuasa bial harus berpisah denganmu, rasanya tak bisa kuhapuskan rasa cinta yang terlanjur mengakar ini, apalagi harus mencabutnya dan mengubur dalam-dalam perasaan ini. Justru dengan kau meminta tuk berhenti mencintaimu, semakin mendalam rasa cinta dan sayang ini. Percayalah perasaan ini bukan karena tak tega apalagi kerana kasihan melihat kondisimu saat ini. Bukankah aku mencintaimu sebelum vonis itu ada, aku mencintaimu bukan kerana fisik apalagi harta ataupun kasta. Masihkah kau ragu dengan perasaan ini? Bagaimana cara membuktikan agar kau benar-benar mengerti bahwa kau paham rasa ini, aku tak kuasa tuk jelaskan ini, karena cinta ini bukan untuk diterjemahkan dengan kata-kata agar kau paham, cinta ini datang begitu saja, cinta ini bisa dirasakan tanpa menuntut kejelasan datangnya. Cinta ini datang sejalan dengan rasa sayang. Rasa sayang yang tak pernah habis, rasa sayang yang tak pernah luntur, selalu ada dan takkan pernah busuk dan tak pernah bisa basi, kasih sayang ini tak pernah ada masa expirednya
#
Setahun kemudian kau datang menemuiku, kau datang menemuiku untuk terakhir kalinya, sebelum kau pergi untuk selamanya, kau memberitahukan bahwa vonis dokter hidupmu tinggal 2 hari lagi. Aku langsung jatuh tersungkur, tertunduk lesu tak kuasa mendengar itu semua, cukup jangan kau teruskan semua itu !!! Teriakku memohon kepadamu, saat jeritan ini terdengar melengking ditelinga, tak terasa air mata terjatuh begitu derasnya, dengan wajah yang pucat kutatap engkau dalam-dalam, matamu memerah, kau jatuh terjerembab, tersungkur tak sadarkan diri, terbaring pasrah dalam pelukanmu.
#
Ku coba bangunkan dirimu dengan segala cara, kau terbangun lalu berbisik “maafkan dhe kakak, dhe sudah tidak kuat lagi, ikhlaskan dhe kakak, semoga kita bertemu di syurga nanti”. Seketika itu juga kau pergi untuk selamanya. Dengan terus berjuang ku coba membangunkan kau kembali, walau ajal seolah memanggil, aliran darah seolah terhenti, tangisanku terpecah menggelegar ke angkasa membelah bumi, serasa tak percaya akan ini semua. Hujan kembali turun seakan mempertegas bahwa kau akan pergi untuk selamanya, tak sanggup diri ini tuk berkata apa-apa, hanya hati yang bisa berucap “aku, akan menjadi seperti yang kau minta”.
Minggu, 30 September 2012 0 komentar

Bulan & Bintang Part 2

Specially for My Star

Di setiap pertemuan, pasti ada perpisahan
dengan pertemuan  yang diridhoi..
harapan pun sebuah perpisahan yang diridhoi pula
segal kejadian pasti mengandung hikmah
Semoga Allah melindungi dan meridhoi setiap langkah Bintang

Inilah suratan takdir sang Penjaga Kehidupan
dan pasti inilah yang terbaik untuk Bintangku
Jika Bintang bersedih...
Lihatlah ke arah angkasa dalam sunyinya malam
Lalu lihatlah indah sinarnya rembulan......

Ungkapkan apa yang ada dalam hati
dan apa yang ada dalam pikiran Bintang
Dengan begitu Bulan kan memberimu  cahaya
agar Bintang dapat bangkit dari keterpurukkan itu....
Good Luck in your life....
Love u forever  my Star.....
                                     
Ruf’iyah Binti Hayatullah

0 komentar

Bulan & Bintang


­-----=Just for My Lovely star=-------
Berkelip kau tunjukkan keindahanmu
Ingatkanku atas kekuasaan-Nya
Temaniku di malam-malam yang sunyi
Buatku tersenyum, tertawa dan bahagia

Melindungi dengan kedamaian
Membuatku lupa akan tangisan
Membuatku lupa akan kesedihan
Dialah sosok Bintang dalam sunyinya malam

Namun kini engkau menghilang
jauh...... jauh dari pandanganku
Entah kemana harus Bulan mencari
Dirimu yang selalu ada disampingku

Wahai sang penakdir .......
Andaikan semua ini hanyalah mimpi
bangunkan aku dari tidur ini
yakinkan aku bahwa Bintang
kan selalu ada di setiap
malam-malam yang indah
menemani sang Rembulan.......

                               Ruf’iyah Binti Hayatullah

0 komentar

Sedihku :(

Di malam yang dingin..
di malam yang sunyi
tubuhku terasa lelah sekali
Mendayung tak pernah tahu arah tujuan...
dan kini..............
Aku terdampar... terdampar di pulau kesedihan
kesedihan ini telah memuncak....
hingga ke ujung kepalaku
Baru kusadari,
Ternyata semua orang tega
tega mempermainkanku, mempelakukanmu seperti ini...
Dimana hati mereka ? dimana, dimana?
Mereka bunuh aku pelan-pelan
Mereka menelantarkan aku sendiri....
Harus dengan cara inikah mereka bunuh aku?
Mengapa, tidak sekalian kau tembak kepalaku??
Daripada harus menanggung semua ini...
kalian semua egois, hanya memikirkan diri kalian sendiri..
tanpa memikirkan orang ...
kalian hanya ingin menyakiti, tanpa mau disakiti
kalian hanya ingin dimengerti, tanpa mau mengerti perasaan orang lain...
kini hatiku menjerit, kesal bercampur marah...
senangkah kalian melihat aku menderita
Irikah melihat aku berbahagia?
Dimana perasaan kalian?? Teganya kalian menyakiti hatiku...
hatiku hancur lebur tak tersisa..
kini hatiku penuh dengan cabikan..
akibat luka yang mendalam ini....
Aku mencintai kalian, tapi.............
Inikah balasan cinta kalian padaku ???
Betapa tidak, sakitnya hatiku...
bagai diiris sembilu...
oh sangat menyakitkan bila cintaku dibalas dengan dusta...
Namun ku tak mungkin sesali semua ini......
karena aku yang salah tuk cintai.....





0 komentar

Cerita Cintaku Bersamanya

Semua tentang aku
Didalam Kesunyian malam,
didalam kedinginan Alam
kulihat rembulan Indah
seolah ia tersenyum memandangku
kutatap langit yang elok
dengan bintang-bintang yang menghiasinya
ku duduk tersungkur, tuk merenung berfikir
,berfikir dan terus berfikir.....
kini fikiranku jauh, jauh terbang melayang
Entah mengapa? Aku pun tak tahu...
mengapa aku selalu memikirkannya ?
mengapa dia selalu merasuk ke benakku...
salahkah aku bila selalu memikirkannya...???
Ya Ilahi Robbi tolong hamba-Mu..
Berilah petunjuk-Mu.
Apa yanag harus kuperbuat?
Aku bodoh dalam hal ini...
Inikah yang dinamakan “CINTA” ?
mengapa aku harus mencintainya?
mencintai orang yang takkan pernah dapat
aku tuk memilikinya....
Ya Robbi ...........
sang penguasa hati
hanya kepadamu hamba berserah diri....
Kini hatiku pilu...
mulutku bungkam, bungkam seribu bahasa..
tak tahu apa yang harus dikatakan?
Cinta ini telah menyatu dalam tubuh...
Kini kusimpan perasaanku....
jauh di lubuk hatiku yang paling dalam...
tanpa kusadari perasaan ini tumbuh begitu saja...
tatapan matanya.. senyuman manisnya...
membuatku selalu merindukannya...
 
Bulan.....
Aku tak kuasa...
tuk keluarkan seluruh isi hatiku
Takkan ku biarkan kau mengetahui ini semua..
Biarkan aku diam tuk membisu...

Aku mencintaimu Bulan.....
Karena kau memang pantas tuk dicintai...
berbeda dengan diriku ...
Hanya bisa mencintai tanpa untuk dicintai....
Salahkah aku bila dicintai......?????
Akan kuberikan cinta suciku
hanya untuk dirimu seorang...
Banyak beribu kata yang tak sempat kuucapkan padamu..
yang tak sempat diucapkan air kepada api
yang tak sempat diucapkan langit kepada bumi
dan yang tak sempat diucapakan Bintang kepada Rembulan...
Ohhh Tuhan Apa yang harus aku lakukan ?
Dengan semua perasaan ini...
Aku tak sanggup, tak sanggup tuk menutupi
perasaanku sendiri.....
Apakah Aku seorang “PECUNDANG SEJATI” ??????
Tiap kali ku memejamkan mata, hanya wajahnya yang terlintas....
Bulan Sekali lagi “AKU MENCINTAIMU”
Maafkan Aku yang tak bisa melupakanmu
kita hidup dengan cinta...
karena cinta sangatlah penting..
begitu pula aku...
tak bisa hindari ini semua...
Bukankah cinta itu Indah?
indah bagi orang-orang yang tulus mencintai sesamanya...
Aku mempunyai cinta yang putih tulus suci...
maka  jangan pernah kau nodai cinta suciku....
Love u  FOREVER My Lovely Moon............








Labels

  • Ceritaku Bersamanya
 
;